Posted in

2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas

Sumber daya alam (SDA) minyak dan gas bumi (migas) hingga saat ini masih memainkan peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Karenanya, produksi migas terus ditingkatkan agar kontribusi terhadap perekonomian nasional tetap terjaga. Untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) berupaya memecahkan rekor produksi migas Indonesia pada 2030. Pada tahun tersebut, SKK Migas menargetkan produksi minyak bumi sebesar 1 juta barrel minyak per hari (BOPD) dan gas alam sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD), atau secara total sebesar 3,2 juta barrel setara minyak per hari (BOEPD). Bila dibandingkan capaian produksi migas pada akhir 2019 yang sebesar 746.000 barrel minyak per hari dan 5,9 miliar standar kaki kubik gas per hari, target tersebut meningkat tajam. Demi memastikan realisasi target 2030, SKK Migas menyelenggarakan 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG 2020). Forum ini dilaksanakan secara daring pada 2 – 4 Desember 2020.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman yang juga Ketua Steering Committee IOG 2020 mengatakan, forum ini dilaksanakan untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan agar memiliki pemahaman yang sama terkait visi jangka panjang SKK Migas. Ia menambahkan, komitmen dan dukungan para pemangku kepentingan menjadi kunci penting untuk mewujudkan industri hulu migas sebagai pilar utama pembangunan dan ekonomi nasional.

Sebagai salah satu langkah untuk mengawal visi jangka panjang produksi 1 juta barrel, forum IOG 2020 memiliki empat tujuan utama. Pertama, mengidentifikasi kebijakan dan strategi untuk menarik investasi di industri hulu migas. Kedua, mengidentifikasi tantangan dan membuat inisiatif untuk mendorong kolaborasi antara investor dan pemangku kepentingan. Ketiga, merinci program charter berdasarkan masukan dari pemangku kepentingan. Terakhir, memberikan dan pemberian penghargaan bagi Kontraktor KKS. Adapun untuk mewujudkan visi produksi 1 juta barrel, lanjut Fatar, SKK Migas telah melakukan transformasi hulu migas sejak awal 2020 melalui Rencana Strategis (Renstra) Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0. Transformasi ini mencakup kegiatan usaha hulu migas keseluruhan dengan SKK Migas, selaku pengelola kegiatan usaha tersebut, menjadi penggerak. Dalam Renstra IOG 4.0, SKK Migas menetapkan 4 pilar strategis dan 6 pilar pendukung (enablers) yang akan menjadi acuan industri hulu migas Indonesia untuk mewujudkan produksi 1 juta BOPD dan gas 12 miliar BSCFD. Dari pilar-pilar tersebut, diperoleh 22 program utama dengan 80 target dan lebih dari 200 action plans yang akan dilaksanakan hingga 2030. Berdasarkan data SKK Migas, hingga Oktober 2020, terdapat 18 program telah diselesaikan. Sementara, 44 program sisanya akan dilaksanakan pada 2021.

Untuk mendukung perhelatan IOG 2020, SKK Migas juga telah menggelar tiga acara pendahuluan, yakni Forum Eksplorasi dan Produksi atau Forum Group Discussion Exploration and Production 2020 (FGD EP 2020), Forum Auditor Migas Indonesia (FAMI) Group Discussion, serta FGD Forum Ekonomi dan Keuangan 2020. FGD EP 2020 diselenggarakan secara daring, Kamis (5/11/2020). Pada acara tersebut, dibahas empat pilar strategis yang ditetapkan SKK Migas untuk mencapai visi produksi minyak 1 juta BOPD. Keempat pilar itu adalah mempertahankan tingkat produksi existing yang tinggi, akselerasi dari sumber daya ke produksi, mengakselerasi dari sumber daya migas ke produksi migas melalui Enhanced Oil Recovery (EOR), serta kegiatan eksplorasi secara masif. Sejumlah program kerja di dalam empat pilar tersebut sudah berhasil dilaksanakan. Misalnya, untuk mempertahankan tingkat produksi existing yang tinggi, SKK Migas berhasil menambah produksi melalui program Fill The Gap 18.300 BOPD dan 17 MMSCFD. Sebagai langkah awal target pemecahan rekor produksi migas indonesia tahun 2030 pada perhelatan IOG 2020 diselingi acara penandatanganan kontrak kerja sama antara beberapa K3S dan beberapa badan usaha hilir migas, pada kesempatan tersebut PT Inti Alasindo Energy (IAE) berkesempatan untuk menandatangani HoA alokasi gas dari Husky CNOOC Madura Ltd. (HCML) sebesar 10 BSCFD guna mengamankan pasokan Natural Gas untuk kebutuhan konsumen industri dan kelistrikan diarea Jawa bagian Timur.